Sidoarum-Kamis, 5 September 2024 Pemerintah kalurahan melaksanakan kunjungan study ke Desa Kesiman Kertalangu Bali. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wisata Tukad Bindu yang menjadi Primadona di Kota Denpasar.
Menurut Pengawas dan Penggagas Tukad Bindu, I Gusti Rai Ari Temaja, penataan Tukad Bindu telah dimulai pada tahun 2010. Di mana awalnya Tukad Bindu merupakan teba atau area belakang rumah yang memiliki bantaran sungai, yang biasa digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah dan lainnya.
“Kami mulai menata dan mengajak masyarakat melihat potensi atau mengubah mindset mereka bahwa lokasi ini bukan untuk pembuangan barang bekas dan sampah, melainkan bisa difungsikan untuk edukasi, budaya, dan sebagainya. Dari yang awalnya kumuh, kami tata menjadi bernilai ekonomi kreatif,” paparnya.
“Kemudian di tanggal 23 Maret 2017 terbentuklah Yayasan Tukad Bindu. Tukad Bindu ini berfokus pada edukasi lingkungan dan sumber daya air yang tidak lepas dari ekonomi, sosial, budaya. Harapannya Tukad Bindu ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan dan sumber daya air,” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan BPKal Sidoarum, Panewu Godean, Perwakilan Dinas PMK Sleman dan Perwakilan dari BKAD Sleman.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan obyek wisata di Bali.
